Bojonegoro – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) kembali mencatat prestasi membanggakan di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun 2026, sebanyak 33 proposal dosen UNUGIRI berhasil meraih pendanaan Hibah Kompetitif Nasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program BIMA. Capaian ini menjadi indikator penting meningkatnya kualitas akademik dosen sekaligus memperkuat posisi UNUGIRI sebagai perguruan tinggi dengan jumlah hibah terbanyak di Kabupaten Bojonegoro. Keberhasilan tersebut diraih di tengah persaingan ketat, mengingat keterbatasan anggaran pemerintah membuat proses seleksi semakin selektif.
Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah dalam pendanaan riset, tingkat seleksi proposal pada tahun ini semakin kompetitif. Secara nasional, tingkat kelolosan (acceptance rate) hibah hanya mencapai 17,4 persen, yang mencerminkan tingginya standar penilaian terhadap kualitas proposal, kebaruan penelitian, serta relevansi terhadap kebutuhan pembangunan. Dalam kondisi tersebut, UNUGIRI justru mampu menunjukkan performa di atas rata-rata nasional dengan tingkat keberhasilan sekitar 25,98 persen. Angka ini mengindikasikan bahwa proposal yang diajukan tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga memiliki keunggulan substansi, metodologi, serta luaran yang diharapkan.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUGIRI menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan yang dilakukan secara intensif. Mulai dari penyusunan ide, penulisan proposal, hingga evaluasi internal sebelum diajukan ke sistem nasional. “Kami terus mendorong dosen untuk menyusun proposal yang kuat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendampingan dilakukan secara bertahap agar peluang lolos semakin besar,” ujarnya.

Adapun proposal yang lolos pendanaan terdiri dari berbagai skema, yakni Penelitian Dosen Pemula sebanyak 10 tim, Penelitian Fundamental Reguler 14 tim, Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi 1 tim, Pemberdayaan Desa Binaan 1 tim, Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat 5 tim, serta Pemberdayaan Masyarakat Pemula 2 tim.
Program penelitian dan pengabdian ini nantinya akan dilaksanakan di lingkungan kampus maupun di masyarakat, terutama di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Fokus kegiatan tidak hanya pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Keberhasilan ini juga mencerminkan efektivitas tata kelola riset di lingkungan UNUGIRI. Penguatan budaya akademik, peningkatan kapasitas dosen dalam menyusun proposal berbasis luaran, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses penelitian menjadi faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas proposal.
Ke depan, UNUGIRI menargetkan peningkatan jumlah proposal yang didanai serta penguatan kualitas luaran penelitian, baik dalam bentuk publikasi ilmiah bereputasi maupun produk inovasi yang dapat diimplementasikan di masyarakat. Selain itu, penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik perguruan tinggi lain, pemerintah daerah, maupun sektor industri, akan terus dikembangkan untuk memperluas dampak riset.



