Bojonegoro – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing penelitian dosen. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Coaching Clinic Proposal BIMA yang dilaksanakan pada Kamis dan Jumat, 11–12 Desember 2025, bertempat di Ruang SmartClass UNUGIRI.

Kegiatan yang mengusung tema Optimalisasi SINTA Score dalam Mendukung Eligibilitas Ketua Hibah DPPM BIMA ini diikuti oleh dosen dari berbagai program studi di lingkungan UNUGIRI, khususnya dosen pemula dan dosen yang tengah mempersiapkan proposal penelitian untuk diajukan melalui platform BIMA Tahun 2026. Coaching clinic ini dirancang sebagai forum pendampingan intensif guna memperkuat kualitas proposal penelitian, baik dari aspek administratif maupun substansi ilmiah.
Ketua LPPM UNUGIRI, Dr. M. Ivan Ariful Fathoni, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi institusional dalam merespons dinamika kebijakan pendanaan penelitian yang semakin kompetitif. Menurutnya, penguasaan teknis penyusunan proposal saja tidak cukup, tetapi harus diimbangi dengan pemahaman terhadap standar penilaian reviewer serta penguatan rekam jejak akademik dosen, termasuk skor SINTA.
“Melalui coaching clinic ini, kami ingin memastikan bahwa dosen UNUGIRI tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga mampu menyusun proposal penelitian yang memiliki kebaruan, relevansi, dan dampak yang jelas. Dengan demikian, peluang lolos pendanaan hibah nasional akan semakin besar,” ungkapnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai sistematika penyusunan proposal penelitian BIMA, strategi meningkatkan kualitas substansi proposal, serta pemahaman tentang indikator penilaian yang digunakan oleh reviewer DRTPM. Selain itu, peserta juga didampingi dalam mengevaluasi dan menyempurnakan draft proposal yang telah disusun, sehingga mendapatkan masukan langsung yang bersifat aplikatif dan konstruktif.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi, konsultasi, dan berbagi pengalaman antar dosen. Berbagai tantangan yang sering dihadapi dalam pengajuan hibah, seperti penentuan kebaruan penelitian, penyusunan metodologi yang tepat, hingga penyelarasan luaran dengan roadmap penelitian, menjadi topik diskusi yang mendapat perhatian serius dari peserta.

Melalui kegiatan Coaching Clinic Proposal BIMA ini, LPPM UNUGIRI berharap dapat mendorong peningkatan partisipasi dosen dalam pengajuan hibah penelitian nasional, sekaligus meningkatkan kualitas proposal yang diajukan. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu berkontribusi terhadap peningkatan jumlah proposal yang lolos pendanaan, penguatan budaya riset di lingkungan kampus, serta peningkatan kinerja institusi di bidang penelitian.
Ke depan, LPPM UNUGIRI berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pendampingan dan penguatan kapasitas dosen secara berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan visi UNUGIRI untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.



